Setelah Keira, terdengar suara Maya yang lembut tapi tegas, berusaha menahan tangisnya. “Pa… Maya kira Papa sibuk di kantor makanya nggak pulang, ternyata Papa sakit. Jangan terlalu keras kerja, Pa…Maya sama adik-adik butuh Papa.” Leonard menghela napas panjang, matanya memejam menahan haru. “Papa minta maaf sudah bikin kalian khawatir. Papa janji akan lebih jaga diri…” Kemudian suara Elan muncul, polos dan jujur. “Papa, Elan kangen pelukan Papa…cepet sembuh ya, nanti Elan gambar yang banyak buat Papa.” Terakhir Kelvin, dengan suara sedikit bergetar tapi berusaha tegar. “Pa, aku yang jagain mereka di rumah ya. Tapi Papa harus janji balik cepat. Rumah rasanya kosong kalau nggak ada Papa.” Leonard menahan air mata yang hampir jatuh. “Papa janji…Papa akan pulang secepatnya.” Vivian yang

