Bab 141

2039 Kata

Radhika menatap nanar Anggita yang masih menunduk. Sejak penolakan keluar dari mulut Anggita baik Radhika dan Anggita masih sama-sama diam. Keduanya berusaha menahan emosi yang sedang meluap dalam diri mereka masing-masing akibat pembicaraan mereka tadi. Anggita yang hanya seorang perempuan biasa yang tentu menggunakan perasaannya dalam menjalani setiap hal dalam perjalanan hidupnya. Seorang wanita yang sama seperti wanita lain pada umumnya yang tidak mudah melupakan apalagi saat ia disakiti. Diluar sana memang ada sekelompok wanita hebat yang mampu bebas dari rasa sakitnya bahkan mereka bisa berteman dengan rasa sakit itu namun sayangnya Anggita belum menjadi bagian dari sekelompok wanita hebat itu. Anggita sadar betul butuh kekuatan yang besar dan cinta yang hebat untuk benar-benar ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN