Bab 144

2330 Kata

Anggita membeku mendengar ucapan Mario. "Maaf kalau aku begitu menekan kamu dan memaksa kamu tapi aku harap aku bisa menyadarkan kamu dari ketakutan yang kamu rasakan. Demi Tuhan Anggita kamu hanya perlu memberi satu kesempatan untuk Radhika maka kamu dan Ranita akan bahagia. Dalam hidup tidak melulu kebahagiaan datang tanpa diawali rasa sakit. Kadang rasa sakit justru datang sebagai pembuka pintu kebahagiaan. Kamu hanya perlu berani dalam melangkah. Aku akan selalu ada dibelakang kamu untuk menjaga kamu dan Ranita, " ucap Mario lagi. Anggita tersenyum sinis pada Mario. Rasanya ini senyum sinis pertama yang Anggita berikan pada Mario semenjak mereka resmi menikah dan menjadi pasangan suami istri. "Sebenarnya apa yang sudah Mas Dhika lakukan sama Kakak sampai Kakak membelanya mati-matian

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN