Bab 143

2050 Kata

Anggita terdiam memandang langit yang hari ini nampak mendung. Anggita terdiam teringat betapa antusiasnya Ranita bertemu dengan Mario karena sudah sekian lama mereka tidak bertemu. Anggita menghela nafas panjang dan memejamkan matanya sesaat. Anggita juga ingat betul bagaimana bahagianya Ranita saat bersama dengan Radhika. Anggita menghela nafas panjang. Ranita memang butuh sosok ayah. Selama tinggal di Singapore Ranita memang tidak pernah kekurangan kasih sayang dari Mario dan terlebih frekuensi mereka terpisah tidak selama saat Anggita, Ranita dan Mario saat berada di Indonesia. Anggita menghela nafas panjang. Sebenarnya Anggitalah yang membuat semua seperti ini. Anggita sadar betul kalau keputusan yang ia ambil kini membawanya pada situasi seperti ini. Penyesalan mulai merasuki diri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN