"Tentang sebuah luka yang tidak pernah hilang. Layaknya kaset rusak yang terus berputar. Membuat sesak di dada." **** Marcelle terdiam di tempat duduknya sambil membaca tumpukan berkas yang harus segera di tanda tangani. Hubungan Marcelle dan Jesika berjalan lancar seperti biasanya. Tanpa ada satu pun dari mereka membuka suaranya. Seakan semua kejadian kemarin tidak menimbulkan bekas dalam hati Marcelle atau pun Jesika. Awalnya semua bermula dari Martin. Lelaki itu terpancing tatkala Jesika mulai membahas mengenai Jeremy. Lelaki yang seharusnya menjadi traumatisnya Jesika karena kecelakaan yang terjadi pada keluarganya di malam sebelum pernikahan mereka. Malah seakan tidak ada rasa apa-apa dalam diri Jesika. Yang sebenarnya mendengar cerita itu saja membuat Marcelle kesal. Perempuan ya

