Sharon duduk di kursi kerjanya, membiarkan senyum puas melintas di wajahnya. Matanya menyapu ruangan, menangkap sorot mata ketakutan dari beberapa staf yang dulu pernah meragukan dirinya. Mereka yang dulu mencibirnya, kini menunduk di hadapannya. "Bagaimana rasanya menjadi pemenang?" gumamnya pada dirinya sendiri dengan senyum licik. "Mereka semua sudah mendapat apa yang mereka layak dapatkan. Aku telah membuktikan kekuatanku, dan mereka tidak bisa lagi meremehkan Sharon Avilla." Dalam hatinya, kepuasan merayap, memenuhi setiap celah. Pencapaian ini membuktikan kekuasaannya, bukti bahwa tak seorang pun bisa melawannya. Dia merasa tak terkalahkan, seperti ratu dalam cakrawala kekuasaannya yang baru. "Tak ada yang bisa menghalangi langkahku. Aku akan terus maju, menginjak-injak siapa pun