Arlin tertawa kecil, tawa yang penuh dengan kepahitan. "Bukan tentang Sharon? Kamu berpikir aku bodoh, Allan? Sudah berapa kali kamu membela dia di depanku? Matamu ternyata benar-benaer sudah dibutakan oleh pesona wanita jahat itu." "Arlin, kamu selalu berlebihan," balas Allan, mencoba tetap tenang. "Sharon bukanlah orang jahat seperti yang kamu bayangkan." "Sharon bukan orang jahat?" Arlin hampir berteriak, air mata kemarahan menggenang di matanya. "Kamu tidak tahu apa-apa tentang dia. Bagimu, dia mungkin merupakan jelmaan dewi Aphrodite, yang mampu memikatmu dengan tubuhnya. Padahal, sesungguhnya dia adalah jelmaan Medusa. Dia menghancurkan kita, Allan, dan kamu membiarkannya seperti orang bodoh." "Arlin, aku sudah lelah dengan tuduhanmu," kata Allan, suaranya mulai mengeras. "Aku sud