Bab 17

1664 Kata

Miranda duduk di ruang kerjanya, matanya tidak fokus pada dokumen yang menumpuk di meja. Pikiran dan perasaannya terperangkap antara rasa kesal yang tak bisa ia lepaskan dan ego yang menuntut agar dirinya dipahami. Arvin memang sibuk, tapi itu tidak cukup untuk mengatasi perasaannya yang terluka. Miranda sudah terbiasa dipuja dan diutamakan oleh suaminya. Sikap dingin Arvin semalam dan tadi pagi masih sangat membekas. Kenapa aku selalu yang harus menyesuaikan diri? Kenapa dia nggak bisa ngasih perhatian di saat aku butuh? Pikiran itu berputar-putar tanpa henti. Miranda tidak bisa menenangkan gejolak emosi itu. Tapi satu hal yang dia tahu pasti, dia tidak akan membiarkan dirinya terlihat rapuh. Dia tidak akan pernah menunjukkan kelemahan itu pada Arvin—atau siapa pun. Tapi rasa kesal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN