Pagi yang sunyi di rumah Arvin dan Miranda. Pagi itu terasa berbeda. Udara segar perlahan mengurai ketegangan yang mengendap di antara mereka sejak semalam. Miranda bangun lebih awal dari biasanya, memutuskan untuk menyiapkan sarapan, seperti yang ibunya ajarkan—cara sederhana untuk menjaga keharmonisan keluarga. Di meja makan, ada dua piring berisi telur orak-arik, roti panggang, dan secangkir kopi hangat. Semuanya tampak normal—seolah tidak ada yang salah. Miranda telah berusaha sekuatnya menenangkan hatinya yang masih mengamuk. Dia mengalah, berharap pagi ini bisa bicara baik-baik dengan suaminya. Dan walaupun hanya sarapan sederhana, butuh usaha keras untuk menyiapkan. Miranda bukan tipe istri yang senang menghabiskan waktu di dapur. Waktunya untuk bekerja, meraih impiannya. Mir

