Adam pulang dengan kekecewaan yang melanda hatinya. Sakit rasanya diperlakukan seperti itu oleh Sindy. Dan semua itu karena sang Ibu, ingin sekali Adam melepaskan semua amarahnya pada sosok itu. namun, sekarang tubuhnya sedang tidak berdaya. Bahkan sang sopir taksi memanggil Delia ketika dia sampai. “Nyonya Delia, apa benar ini rumah anda?” “Ya ada apa?” “Anak anda ada di taksiku, dia meminta saya mengantar ke sini dan meminta bayaran pada anda.” “Dimana anakku sekarang?” “Di dalam, dia babak belur.” Kalimat itu berhasil membuat Delia membulatkan matanya. “Tolong bantu aku mengangkatnya! Bantu dia!” teriak Delia panic. Dengan dibantu Sindy dan juga sopir itu, Adam dibawa ke kamarnya. Darah memenuhi tubuhnya yang mana membuat Delia menangis. “Tenang, dia akan baik baik saja.” Dan se