Ai langsung dilarikan ke ruang operasi karena ia mengalami pendarahan di perjalanan. Evra masih di Bandara menunggu keberangkatan pesawat ke Jakarta. Evra terus bergerak dengan gelisah. Tak ada yang bisa Evra lakukan selain berdoa semoga istri dan anaknya selamat. Nia juga langsung menghubungi keluarga Ai. Mereka langsung berangkat ke kota. Beberapa menit kemudian dokter memberitahu kalau ternyata tak memungkinkan bagi Ai untuk melahirkan normal. Ai harus segera dioperasi. Nia dan Rama sempat terdiam selama beberapa saat. Keduanya terdiam karena Evra tak ada di sini. Mereka tak mungkin menyetujui operasi itu tanpa memberitahu Evra. Tapi tak mungkin juga menunggu. Nia mencoba menghubungi sang putra, berharap pesawat Evra belum berangkat. Terdengar nada sambung. Hanya beberapa detik pangg

