85

958 Kata

Beberapa hari setelah akad yang penuh haru itu, suasana rumah kedua keluarga Surya perlahan mulai tenang. Para kerabat sudah kembali ke kota masing-masing, meninggalkan Kinan dan Bagas dalam keheningan yang berbeda. Tidak lagi duka semata, tapi keheningan yang pelan-pelan mulai menumbuhkan keberanian untuk melanjutkan hidup. Kinan duduk di kursi depan rumah sambil memandangi mobil hitam yang sudah menunggu. Di tangannya ada koper kecil berwarna biru muda, koper yang sama yang dulu ia bawa saat pertama kali meninggalkan Jakarta, penuh harapan dan rencana tentang masa depan yang kini justru terwujud dalam cara yang tak pernah ia bayangkan. Bagas keluar membawa dua tas besar. Wajahnya terlihat sedikit lebih segar meski lingkar matanya masih tampak jelas. Ia menatap Kinan, lalu tersenyum lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN