79

1395 Kata

Seminggu menjelang pernikahan, suasana di kantor mulai terasa berbeda bagi Kinan. Semua rekan kerja tidak tahu bahwa dirinya sebentar lagi akan melepas masa lajang. Namun di balik senyum yang ia tunjukkan, hati Kinan sedang berdebar luar biasa. Hanya tinggal satu minggu lagi, satu minggu sebelum semuanya berubah. Pagi itu, Kinan menghampiri ruang kerja Bagas sambil membawa beberapa berkas terakhir yang harus diselesaikan sebelum ia cuti. Ia mengetuk pintu pelan, lalu masuk setelah Bagas memberi isyarat. "Pak, ini laporan akhir bulan kemarin. Sama surat cuti yang udah saya ajukan," ucapnya lembut. Bagas menatapnya dari balik meja, lalu berdiri mendekat. "Udah di -approve semua. Kamu boleh fokus persiapan dari sekarang." Kinan tersenyum lega. "Syukurlah. Aku takut gak sempat ngurus deta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN