70

1475 Kata

Langit sore Yogyakarta tampak hangat, dihiasi semburat jingga yang menenangkan. Di halaman rumah Kinan yang luas dan penuh bunga kamboja putih, meja panjang beralas kain batik tersusun rapi. Suasana tampak syahdu namun bahagia, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, hari pertunangan Kinan dan Bagas. Bagas datang bersama kedua orang tuanya, mengenakan batik cokelat tua berpadu celana hitam. Senyumnya tak pernah lepas sejak dari mobil. Sementara Kinan, dengan kebaya hijau zamrud dan sanggul sederhana yang dihiasi melati, terlihat anggun dan menawan. Begitu Bagas menapakkan kaki di halaman rumah, tatapannya langsung tertuju pada sosok yang selama ini memenuhi hatinya. Ia nyaris lupa bernapas. "Masya Allah …" bisiknya tanpa sadar, membuat Anita, Mama Bagas tersenyum menahan geli. "Kamu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN