69

1135 Kata

Bagas memundurkan tubuhnya dan melepaskan kecupannay paad Kinan. "Maaf ... Aku kelepasan," bisik Bagas masih meremas tangan Kinan yang ada di dalam genggamannya. Kinan hanya mengangguk kecil, "Gak apa -apa, Mas." "Ekhemm ... Kamu istirahat dulu. Biar aku buatkan sesuatu untuk kamu," ucap Bagas melepas tanagn Kinan dan menarik selimut Kinan dan menutup setengah tubuh Kinan. Kinan menatap Bagas bingung, "Memang Mas bisa buat apa?" "Banyak, bubur bisa, mie instant bisa juga, telur dadar, nasi goreng. Kamu gak percaya?" tanya Bagas menyipitkan satu matanya. "Enggak," jawab Kinan terkekeh. "Awalnya aku juga mikir, pasti aku gak bisa. Tapi, aku bisa," jelas Bagas meyakinkan Kinan. "Oke. Aku mau bubur," pinta Kinan. "Oke. Chef Bagas siap membuatkan bubur spesial untuk tuan putri. Sekar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN