Rena, sahabat Dita yang sejak awal selalu mendukung dan memberikan banyak perhatian kepada Dita. *** "Halo, Ren." Dita menyapa seseorang yang menghubunginya. Di layar ponsel tertera sebuah nama, 'Rena'. "Udah nyampe, Ta?" "Iya, udah. Tadi ke rumah pamanku sebentar buat makan dan ngobrol-ngobrol, terus aku langsung minta buat nunjukkin rumahnya. Ini aku lagi di kamar rumahnya. Agak sejuk, loh. Malah kelewat sejuk. Soalnya mungkin deket sama pohon-pohon." "Wah, terus-terus? Kira-kira bakalan cepet laku, gak?" Dita mengembuskan napas berat. "Belom tahu, lah. Lagian kayaknya bakalan agak lama prosesnya." "Loh, kok lama? Kenapa?" "Gini loh, Ren. Rumah ini tuh udah gak keurus. Mungkin sekitar dua apa tiga tahunan lah, ya. Banyak debu-debu. Pokoknya di luarnya tuh gila banyak banget lum
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari