Di depan Dita sekarang ada sosok yang sama dengan yang ia lihat di garasi terakhir kali. Sosok bersayap hitam dan mengerikan. "Kenapa, Ta? Eh ternyata kucing yang jatohin!" Seekor kucing tiba-tiba ada di depan mereka, di dekat piring yang sudah pecah. Mahluk mengerikan itu sudah menghilang dari pandangan Dita. Dita terdiam dan jantungnya semakin berdegup tak keruan ketika ia menyadari satu hal, bahwa kucing itu, kucing yang kini tengah dipangku oleh Rena, adalah kucing yang sama yang ia temui sebelumnya ketika pertama kali pindah ke rumah peninggalan kakeknya. Dita tahu jelas kucing itu. Kucing hitam dengan mata yang tajam dan membuat merinding. Dita sangat yakin akan hal itu. "Udah, ini cuma kucing. Kamu sampai melamun gitu, Ta." Dita langsung menggeleng. "Enggak, Ren. Aku cuma ngan