Devi masih menimbang-nimbang mengenai saran dari suster semalam. Karena ia terlalu paranoid dengan ancaman Denzel, seolah ia merasa dalam kondisi tidak aman saat keluar dari rumah. Merasa ada yang mengawasi dan itu membuat nya merasa ketakutan. Berjalan tergesa memasuki lobi kantornya, menuju dimana ruang kerjanya berada. Menyimpan tas kerja di dalam laci setelah ia mendaratkan tubuhnya di atas kursi kerja. Devi memijit pelipisnya, sambil berpikir haruskah ia menelpon Devon saat ini. Menghembuskan nafas perlahan lalu ia meraih ponsel yang tadi sempat ia letakkan di atas meja kerja. Menggoyang ponsel tersebut dengan menggigit bibir bawahnya. Huft.... Baiklah ia memang harus menelpon Devon sekarang. Menempelkan ponsel di telinga, mendengar deringan dan menunggu Devon menjawabnya. D

