Devi melempar senyum dan melambikan tangan nya pada Lia, begitu mobil teman nya itu meninggalkan nya. Devi masih berdiri di depan rumahnya. Tadi, Lia tidak mau mampir ke rumah berhubung hari sudah terlalu malam saat mereka tiba di rumah Devi. Devi berjalan pelan memasuki rumahnya. Takut jika kedatangan nya akan mengganggu waktu istirahat mama atau bahkan suster. Sudah lebih dari jam sepuluh malam dan ini untuk pertama kalinya ia pulang cukup malam semenjak tinggal kembali bersama mamanya di rumah ini. Pintu terbuka karena Devi selalu membawa kunci cadangan di dalam tas nya, agar sewaktu - waktu ia pulang tak perlu merepotkan penghuni rumah untuk membukakan pintu untuknya. Devi melangkah dengan sangat hati - hati agar tak menimbulkan suara. Akan tetapi, tetap saja ia terjengit kaget kal

