Devon berjalan gontai memasuki rumah mamanya tepat di jam dua belas malam. Penampilan nya sangat kacau dengan kemeja yang kusut dan tak lagi rapi , rambut acak - acakan serta wajah sayu yang terlihat sekali sedang banyak pikiran. Saat lelaki itu berniat memasuki kamarnya , panggilan sang mama menghentikan langkahnya . " Dev... kau baru pulang ?" tanya Diana yang menatap putranya dengan seksama. Devon hanya mengangguk . " Mama belum tidur ?" " Mama sudah tadi , tapi mama teringat padamu yang belum pulang menjelang tengah malam begini . " "Maafkan aku, Ma. Karena pulang terlambat." "Kau darimana saja? kenapa penampilanmu sangat kacau begitu ." Devon menjatuhkan tubunya di atas sofa ruang keluarga, memijit kepalanya yang semakin berdenyut nyeri. Diana menghampiri putranya lalu duduk d

