Jam sudah menunjukkan pukul tujuh ketika akhirnya Pak Danang dan Paiman selesai memasang ban serep mobil. Jani dan Ares pun merasa tidak masalah untuk menunggu selama itu karena mereka justru asyik melakukan deep talk di bawah langit senja yang perlahan bergeser menjadi malam berbintang. Bahkan Ares mulai tidak peduli ketika nyamuk-nyamuk asyik menjadikannya santapan makan malam. “Kita mau langsung pulang aja kan Non Jani?” tanya Pak Danang ketika mereka sudah masuk ke dalam mobil. Ares pikir bukit ini memang akan menjadi destinasi terakhir mereka hari ini, tetapi jawaban Jani justru mengejutkan Ares karena benar-benar di luar ekspetasinya. “Ke hotel The Richy saja, Pak.” Ares yang semula sudah menyandarkan tubuhnya pada jok mobil dengan santai seketika menegakkan posisi