Percikan Api

2213 Kata

Rania terbangun perlahan, matanya menyipit menyesuaikan diri dengan cahaya lembut pagi yang menyelinap dari sela tirai. Kejut kecil menyusup ke dadanya saat ia merasakan sebuah lengan hangat melingkar erat di pinggangnya. Ia menoleh perlahan... dan di sana, Prabu. Wajah sang suami yang damai dalam tidurnya, napasnya teratur, rambutnya berantakan tapi tetap saja terlihat memesona di mata Rania. Sejak kapan dia pulang? Rania tak ingin menunggu lebih lama. Dengan lembut tapi penuh kerinduan, ia memeluk Prabu erat-erat, seperti ingin memastikan ini bukan mimpi. Tubuh Prabu bergeser sedikit, lalu suara beratnya terdengar, setengah mengantuk, "Sayang..." gumamnya pelan. “Maaf, aku bangunin,” bisik Rania sambil mengeratkan pelukannya lagi, seakan ingin menyalurkan segala rindunya lewat sentuhan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN