Sebuah Rahasia

2406 Kata

Karena Prabu pergi ke kampus lebih siang, ia masih sempat bertemu dengan mertuanya. "Ayaaaahhh!" Daisy berlari secepat mungkin, roknya berkibar, wajah kecilnya berbinar penuh rindu. Prabu berdiri di ambang pintu, tersenyum lebar sambil membuka kedua lengannya, menangkap tubuh mungil itu dalam pelukan hangat. "Ayah!" Daisy memeluk leher Prabu erat-erat, kakinya mengayun di udara. "Sissy hari ini beli woltel! Sama Omaaa! Mau masak, Ayah, masak uat Ayah!" Prabu tertawa, mengecup pipi putrinya. "Wah, Sissy makin jago ya. Tapi Ayah harus ke kampus dulu, Sayang. Nanti Ayah makan masakan kamu, janji." Daisy mengangguk polos, lalu berlari lagi ke dalam rumah, menghampiri pelayan yang sudah menunggunya untuk berganti baju sebelum memasak bersama sang Oma lalu melanjutkan jadwal lagi tempat kur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN