Hasrat Menggelora

2632 Kata

BRAK! Suara pintu utama terbuka keras, membuat Prabu yang tengah duduk di ruang tamu rumah bergaya kolonial itu segera menoleh. Di hadapannya, Pak Dean juga ikut mengangkat wajah, sedikit terkejut. Mireya berdiri di sana— dengan wajah marah, rambut agak berantakan, dan langkah cepat yang berderap menuju ke arah mereka. "Ada apa, Mireya?" tanya Dean, nada suaranya tegas tapi penuh kesabaran seorang ayah yang sudah terbiasa dengan drama putrinya. Tanpa menjawab ayahnya, Mireya langsung menghadap Prabu, matanya menyala penuh tuntutan. "Kamu harus secepatnya urus sidang aku soal apartemen itu, Mas," katanya. "Aku mau segera beres semuanya. Aku butuh apartemen itu untuk... rencana masa depanku." Prabu tetap tenang. Ia meletakkan cangkir kopinya ke atas meja, lalu mengangguk ringan. "Aku ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN