"Ma, emang gak ada pesenan atau kerjaan apa gitu di rumah?" tanya Rania sambil menyeruput teh hangat di ruang tunggu orangtua tempat les Daisy. Kursi-kursi penuh dengan para ibu yang sibuk berbincang, tapi Rania malah kedatangan sang Mama yang tampil santai. Lestari tersenyum, merapikan tas kecil di pangkuannya. "Nggak ada, Nak. Mama lebih pilih jagain Daisy. Kamu fokus saja ke urusan cafe baru itu. Biar Mama yang temenin cucu kesayangan Mama hari ini. Bosen banget di rumah, apalagi si Dhika masih pulang bawa masalah." Rania mendesah lega. "Serius, Ma? Gak ganggu kegiatan Mama?" "Nak, justru Mama senang bisa ngabisin waktu sama Sissy. Kamu jalan, kerja, urusin apa pun yang mau kamu bangun. Jangan khawatir soal Daisy," jawab Lestari sambil menepuk tangan Rania. Akhirnya, setelah Daisy k