Prof. Wibisana akhirnya bisa keluar dari kamar mandi tanpa ketahuan dari mereka yang masih berciuman. Dengan langkah perlahan, ia melangkah menjauh, membiarkan anak dan menantunya tetap larut dalam dunia mereka sendiri. Di lorong rektorat, Ibu Dahayu sudah menunggu dengan tangan bertolak pinggang, ekspresi kesal tak mampu disembunyikan. "Aduh, Pak... Sudah Ibu bilang! Ke toilet fakultas hukum saja! Malah ke kamar mandi ruang Prabu!" desisnya pelan sambil menarik suaminya menjauh. "Tadi... kebelet banget, Bu..." sang profesor membela diri dengan wajah tak enak. Ibu Dahayu hanya mendesah panjang, mengibaskan tangan. Mereka pun melangkah cepat ke Fakultas Hukum, tempat acara kumpul keluarga berlangsung. Di sana, beberapa dosen senior yang mengenal baik Prof. Wibisana langsung menghampiri,