Bab 22

1805 Kata

Senja mundur satu langkah. Tubuhnya gemetar. Ia merasa bersalah, takut, dan marah pada dirinya sendiri karena selalu berada di posisi ini. Yogas meliriknya sekilas, lalu menatap Baskara lagi. “Sudahlah,” kata lelaki itu akhirnya, nada suaranya ringan. “Anggap aja aku bercanda.” “Bercanda?” ulang Baskara, tidak percaya. “Kamu kira ini lucu?” Yogas mengambil berdiri, hendak mengambil koper yang ia letakkan secara asal tadi. “Aku capek. Mau istirahat.” Remaja itu melangkah pergi meninggalkan meja makan. Senja berdiri terpaku, sementara Baskara tetap di tempatnya, napasnya berat. Pria itu menatap punggung anaknya yang makin menjauh. Baskara kemudian beralih menatap ke arah Senja. Tatapannya membuat Senja menahan napas. “Apa yang dia maksud?” tanya Baskara pelan, tetapi sarat ancaman.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN