Sesampainya di tempat .... Senja dituntun turun ke tempat yang dimaksud Elang. Tempat itu sepi, tapi mewah. Halamannya bersih, dipenuhi bunga hias yang bermekaran. Ada kekaguman yang terpancar dari mata Senja. Perempuan itu tertegun beberapa saat. Tangannya dengan lembut merapikan anakan rambut yang menghalangi mata ketika tertiup angin. Ia belum pernah ke sini. Selama bersama Elang dulu, pria itu juga tidak pernah memberi tahu tentang tempat ini. Suasana begitu tenang. Udara sejuk. Angin berembus pelan. Suara gemeresik dari daun-daun di pepohonan yang saling bergesek membuat Senja mendongak. Tanaman itu kokoh. Tinggi. Seolah-olah memberi perlindungan dari teriknya sinar matahari. “Kita masuk sekarang.” Senja menoleh. Ia mengangguk. Entah kenapa, kali ini ia tidak melawan. Peremp

