Bab 20

1635 Kata

Diam-diam Elang melihat dari balik dinding gudang itu. Rahangnya mengeras. Ia marah ketika Senja hanya diam saat disentuh pria lain. Tapi, ia tidak bisa melakukan apa-apa. Lelaki itu hanya membeku dan mengamati semuanya dari kejauhan. Pria tersebut merasa ada bagian dari dirinya yang hilang. Ah, bukan hilang. Lebih tepatnya, kehilangan. Pria tersebut kehilangan Senja. Elang melihat bagaimana ikhlasnya Senja ketika melakukan adegan ciuman dengan Baskara. Hancur. Sakit. Marah. Tiga kata itu tepat untuk menggambarkan bagaimana kondisi Elang saat ini. Pria tersebut bahkan hanya bisa menjadi penonton. Sementara Senja, ia membiarkan Baskara melakukan itu. Ia sengaja supaya Elang melihatnya. Perempuan itu seperti hendak membuktikan bahwa dugaan mantan suaminya salah. Ia bahagia. Kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN