Senja mendorong sekuat tenaga supaya Elang melepas pagutan dari bibirnya. Ia juga menggerakkan kepalanya, berusaha menghindar. Tapi, Elang terlalu kuat. Pria tersebut m.e.n.d.o.m.i.n.a.s.i sebagian dari diri Senja. Tiap pemberontakan yang dilakukan selalu berakhir percuma. Elang mengakhiri ciumannya. Namun, ia tidak berniat untuk menjauh dari wajah Senja. Kulit mereka saling bersentuhan. Di bawah sorot lampu kuning tepi jalan itu, Senja terlihat begitu cantik. Mata yang berhias eyeshadow dan eyeliner tersebut makin terlihat indah. Pria itu menatapnya, sangat lama. Seolah-olah tengah mengagumi paras dari sang perempuan. Ia menikmati semua hal yang ada di wajah Senja. Akan tetapi, begitu mengingat masa lalu rumah tangganya, penyesalan itu makin meluap. Ia memperkuat rengkuhan di pi

