Bab 14

4157 Kata

“Kamu adalah orang—“ Tok-tok-tok! Ketukan pintu itu membuat ucapan Elang terpotong. Jarinya refleks menyingkir dari pipi Senja. Ia mundur selangkah, menjaga jarak dari perempuan tersebut dan merapikan jasnya. Pria itu lantas duduk kembali ke kursi kerjanya. Senja langsung menghirup napasnya dalam, lalu mengembuskan pelan. Ia memegangi pipinya yang terasa kebas karena tindakan Elang. Tidak lama, pintu pun dibuka. Sekretaris Elang masuk. Perempuan itu membungkuk sopan, lalu memberikan agenda hari ini. “Ada waktu satu setengah jam untuk wawancara, sebelum Pak Elang menghadiri acara meeting di Restoran Lotus.” Elang melihat sekilas agendanya hari ini. Ia mengangguk. “Well. Tinggalkan kami berdua untuk wawancara.” "Baik, Pak." Sekretaris tersebut membungkuk, sebelum akhirnya beranja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN