Setiap kali aku selesai muntah, tak lama kemudian perutku pasti terasa semakin nyeri. Bisa jadi karena otot perut dan dadaku mengalami kontraksi setiap kali mengeluarkan isi lambung. Atau bisa juga karena pikiranku semakin kalut setiap kali muntah, hingga membuatku menjadi stres dan memicu meningkatnya produksi asam lambung yang mengiritasi mukosa tubuhku. "Minum air hangatnya dulu, Mbak Puspa. Biar perutnya enakan. Posisi bantalnya mama tinggikan, ya." "Iya, Ma. Terima kasih." Selesai meneguk air hangat, kuberikan lagi gelas ini kepada Mama sambil berujar, "Ma, perut dan dadaku sakit banget, rasanya seperti ditusuk-tusuk. Kayaknya cairan asam yang diproduksi lambungku semakin meningkat, setiap kali puspa merasa stres memikirkan rasa mual dan muntah ini." Mama mengelus lembut pundakku