38

1482 Kata

Adrin bahkan tidak mempermasalahkan keputusan Ciara memilih bertemu Allen dibanding menemani dirinya. Justru dia membutuhkan waktu sendirian, tanpa Ciara. Butuh privasi agar dia bisa menata pikiran; supaya jelas, tidak terganggu subjektivitasme, dan benar-benar sesuai nalar. Jangan sampai salah. Tetap teratur, maka niscaya permasalahan bisa terselesaikan. Pelayan telah mempersiapkan kamar khusus bagi Adrin dan Ciara. Usai menyapa Gerald dan memberi salam sebagai menantu, dia langsung bergegas ke kamar. Adrin duduk di sofa, pandangannya terfokus pada sekumpulan buah dalam mangkuk kristal yang tersaji di meja. Kiram berdiri di belakang Adrin. Dengan suara lirih dia berkata, “Ada sejumlah penyihir terbunuh.” Adrin tidak mengatakan apa pun. “Saya curiga pengantin yang hendak dinikahi Pan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN