Terlalu tiba-tiba. Seakan ada yang meraup jantung, mengeluarkannya dari rongga dadaku, dan meremasnya begitu keji tanpa belas maupun kasih. Sama sekali tidak terbersit dalam pikirku. Satu kali pun. Tidak dalam mimpi-mimpi buruk maupun pengandaian perihal masa depan terkutuk. Firasat jahat tidak satu kali pun mekar dalam benak. Aku selalu menganggap ada berkah bahkan dalam keadaan terburuk sekalipun. Bunga-bunga sayang yang menebarkan harum. Bukan raksasa buruk rupa pemakan harapan. Bukan pula setan j*****m penebar nelangsa. Bahkan meskipun tidak ada hal baik yang bisa kudapatkan, aku akan tetap berusaha sampai akhir. Walaupun tidak ada tempat bagiku melabuhkan letih, aku masih bisa menguatkan diri. Apa pun sanggup aku hadapi. Apa pun. barangkali raga ini hanya fana belaka, tetapi niscaya

