“Putri Moira, tolong jangan lari. Saya tidak sanggup mengejar Anda!” Alih-alih mengamini permintaan pengasuh, Moira justru menambah kecepatan laju pelariaannya. Sembari tertawa dia mengangkat kedua tangan seolah tengah merayakan kemenangan. “Putriii!” Kali ini bukan hanya pengasuh, melainkan sejumlah pelayan pun turut serta mengejar Moira di sepanjang koridor. Semua perempuan itu benar-benar tidak mengerti sumber kekuatan dari bocah lima tahun hingga bisa sekuat itu terus berlari tanpa kehabisan napas seperti mereka. “Putri, tolong dengarkan pengasuhmu ini,” katanya memohon. “Saya benar-benar tidak sanggup berlari lagi.” “Madam!” Seusai berucap, pengasuh Moira pun jatuh pingsan sembari memegang d**a. Dua pelayan berhenti mengejar, memilih menolong pengasuh, dan menyerahkan perjuanga

