Eric mengira Seeua, dewa kematian, hendak menjemput. Ketidakberdayaan benar-benar mengerikan; kehilangan kemampuan melawan, energi terkuras habis, lalu hanyut dalam sungai keputusasaan. Namun, Miya, dewi kehidupan, masih berbaik hati mengizinkan Eric melanjutkan hidup. Cahaya matahari bahkan tidak mampu mencerahkan suasana hati Eric. Seusai mendapat perawatan, Eric memilih berdiam di ruang kerja. Surat permintaan yang berasal dari beberapa bangsawan sebagian besar berisi ajakan menurunkan permaisuri Albastar. Permaisuri Albastar, pikir Eric, sama sekali tidak meninggalkan kesan menyenangkan. Barangkali karena permaisuri itu mengingatkan Eric pada rubah. Binatang yang diam-diam mengincar ayam, memburu ketika lengah, dan menghabisi tanpa ampun. Citra rubah benar-benar sesuai dengan pengg

