29

513 Kata

Pembicaraan Bagus saat ini dengan Cantika cukup serius. Bagus mengeluarkan pendapat dan idenya. Cantika juga ikut berpikir memutar otaknya. Mereka saling mencari dan saling membantu untuk mengambil sebuah keputusan atas solusi yang sedang di hadapinya. "Ada masukan sayang? Atau solusi apa? Kok Mas idenya lagi buntu ya?" tanya Bagus pada Cantika. "Ekhemm ... Ada sih. Tapi Mas bakal terima atau gak?" tanya Cantika menyelidik. "Memang bagaimana?" tanya Bagus menatap lekat ke arah Cantika. "Jadi gini. Mungkin bulan depan aku juga melahirkan. Aku rasanya sudah gak snaggup meraskan nyeri di pinggang dan punggung. Nah, pas lahir kita minta dokter untuk menyatukan putra sulung kita. Bilang sama Ayah dan Bunda kalau anak kita kembar empat," ucap Cantika pelan. "Tapi ukurannya kan beda. Ekhem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN