Hans tersenyum senang melihat kalender di depannya. Hampir saja dia melupakan hari ini. "Sudah saatnya." lelaki paruh baya itu memilih mengambil ponselnya. Rasanya sudah tidak sabar memberi tugas kepada cucu laki-lakinya itu. Hans kaget saat ponselnya berdering terlebih dahulu. Menampilkan Rio Calling. Hans mengerutkan keningnya heran serta bingung. "Apa anak itu punya indera keenam sehingga dia peka terlebih dahulu bahwa Kakek tersayangnya ini akan menelefonnya?" Hans semakin merekahkan senyumannya. Gagang telefon berwarna hijau itu akhirnya digeser oleh Hans. "Hallo cucu Kakek yang tampan. Ada perlu apa kamu menelefon Kakek, Yo?" suara ceria Hans masih saja terdengar. "Zita kecelakaan Kek, sekarang ada di rumah sakit Panti Rahayu dan sedang menjalani operasi." kabar dari Rio membuat

