Hari-hari tetap dijalani Sinah dengan semangat meski dirinya berjalan sendirian. Gadis itu selalu saja sendiri, paling cuma sama Ikbal. Itu juga kalau Ikbal tidak masuk kelas atau jam mereka kebetulan sama-sama kosong. Meski berat, tapi Sinah berusaha tegar. Bagaimana tidak berat, biasanya dirinya berjalan berempat atau nongkrong berempat bersama Ulfa, Devi dan Zita. Tapi semua itu hanyalah kenangan. Sinah hanya bisa nongkrong bertiga sekarang, itu juga kalau Devi dan Ulfa tidak sibuk. Sinah turut bahagia atas kelahiran putra dari Nofal dan Devi kemarin lusa. Sinah sedikit lega, setidaknya Devi selamat dalam persalinan. Tinggal berdoa untuk keselamatan Ulfa pada proses persalinan bulan depan dan berdoa untuk Zita. "Hei... Melamun saja. Dimakan itu mie ayamnya." suara Ikbal mengagetkan S

