Ruangan bernuansa hitam putih itu penuh akan file-file menumpuk di sana-sini. Seorang lelaki mengenakan jas berwarna hitam terlihat sibuk menandatangani beberapa berkas penting yang sudah seharusnya dia tanda tangani secepatnya. Hari sudah lumayan larut, tapi tidak menyurutkan semangat Rio dalam bekerja. Sudah tiga bulan dirinya menggeluti dunia bisnis sesuai apa yang diamanatkan Hans kepadanya tepat sehari sesudah kejadian di rumah sakit kala itu. Rio memilih menunda kuliahnya terlebih dulu dan lebih mendalami dunia bisnis secara langsung. Untuk saat ini dirinya hanya ingin menyibukkan diri supaya ingatan-ingatan menyakitkan itu susah masuk ke rongga ingatannya. "Pak, Vita sudah datang." seorang sekretaris datang menyembulkan kepalanya menatap Rio takut-takut. Rio mendongak menatap sek

