Rasanya benar-benar tidak rela, tapi ini sudah takdir sang kuasa. Bagaimana pun juga ini pilihan dari Rio sendiri. Semua pasti ada konsekuensinya. "Zita..." Rio kembali memegang tangan Zita. Sungguh dirinya tidak rela dengan kenyataan ini. Sang dokter dan semua orang melihat pergerakan tangan dari Zita saat Rio kembali memegangnya. Begitu pula dengan Rio, lelaki itu kembali menangis saat dirasa jemari istrinya itu bergerak. "Ta, kembali dear. Aku mohon." Rio masih berharap bahwa Zita akan mendengar dan mau kembali lagi untuknya dan untuk putri kecil mereka. "Siapkan ruang ICU sekarang sus." dokter cantik yang ikut terharu pun kini sedikit panik dan senang karena melihat pergerakan kecil Zita sang pasien. "Zita kembali, Bal." Sinah ikut menangis dalam pelukan Ikbal. Beberapa orang sus

