Hening! Ya, keheningan tercipta di meja makan kediaman Hans Pratama. Hanya terdengar suara dentingan sendok di antara mereka. Tidak ada yang membuka suara. Makan malam terlaksana secara khidmat. Berbicara saat makan itu bukanlah sebuah etika yang sopan bagi Hans. Hans meletakkan garpu serta pisaunya setelah menyelesaikan makan steak kesukaannya. Tangannya dia tautkan kemudian dia tumpukan ke atas meja menyangga dagunya sambil menatap lurus ke depan. Hans mengamati kedua cucu serta kedua cucu menantunya yang masih makan tanpa merasa terganggu akan tatapan tajamnya. Ting! Rio meletakkan garpu dan pisaunya setelah memasukkan daging pada suapan terakhir ke mulutnya. Diikuti secara beruntun oleh Nofal, Devi dan terakhir Zita. Kini semua orang sudah benar-benar menyelesaikan makannya tanpa si

