Devi Pov. Pagi-pagi sekali aku sudah bangun untuk membersihkan diri. Mandi di bawah guyuran shower dengan air dingin mampu melancarkan peredaran darahku. Tak butuh waktu lama, hanya lima belas menit aku mandi dan kemudian memilih memakai pakaian rumahan yang dibelikan Bunda Angel saat berkunjung ke Indonesia kemarin. Aku menyisir rambut panjangku yang basah, mencolokkan hairdryer kemudian mengatur suhunya dan mulai mengeringkan rambutku sedikit demi sedikit. Aku melihat Kak Nofal dari pantulan cermin, dia menggeliat kecil. Mungkin dia sedikit terganggu dengan suara hairdryer yang aku pakai. Kuperhatikan Kak Nofal menutup kepalanya menggunakan selimut. Jujur saja, aku merasa sedikit bersalah karena sudah mengganggu tidur nyenyaknya. Tapi mau bagaimana lagi, rambutku harus dikeringkan. "S

