48. Kelakuan Rio

770 Kata

Zita mengikat rambutnya terlebih dahulu sebelum masuk ke kamar mandi. "Mau ke mana?" tangan kokoh milik Rio tiba-tiba melingkar pada perut Zita dari belakang. Lelaki itu masih dalam posisi berbaring, sedangkan Zita sudah dalam posisi duduk. Rio membenamkan kepalanya pada pinggang mungil Zita. Menghirup aroma khas bangun tidur istrinya. "Aku mau ke kamar mandi Kak." Zita bersuara lembut serta tersenyum kepada Rio. Meski Zita sadar, dalam posisi seperti ini Rio tidak akan bisa melihatnya tersenyum. "Kamu mual lagi?" Rio langsung mendudukkan tubuhnya menghadap ke Zita. Kedua tangannya menangkup pipi tirus Zita yang sudah lumayan berisi. "Enggak Kak." Zita hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan. "Terus kenapa?" Rio sangat khawatir karena semalam Zita muntah-muntah tak terkendali. Bahka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN