49. Yang Diperjuangkan

1504 Kata

Rio menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri layaknya orang berada di dalam diskotik dengan kerlap-kerlip lampu berwarna-warni. Namun bedanya, kali ini Rio tidak sedang di diskotik. Melainkan melihat Zita yang sedang menonton film komedi di kamar mereka. Apa yang membuat Rio bingung sampai menggeleng-gelengkan kepalanya, padahal yang mereka tonton adalah film komedi. "Hua... Kok mereka ketawa sih Kak, jahat banget ngetawain aku yang lagi nangis." tangisan Zita semakin kencang melihat komedian di dalam film yang mereka tonton tertawa sampai terpingkal-pingkal. Syrut... Syrut... Lagi-lagi Zita menyusut ingus dari lubang hidungnya. Entah sudah berapa puluh helai tissue yang dia gunakan untuk membuang ingus beningnya. Rio menahan sekuat tenaga untuk tidak tertawa. Pasalnya film yang mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN