Devi menunggu Nofal pulang dari kantor. Hatinya merasa cemas karena Nofal belum juga pulang sampai jam segini. Padahal jarum jam panjang sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Cklek! Devi mendongak, mendapati Nofal menenteng jas kerjanya. Dengan gerakan pelan tapi pasti, Devi mendekati Nofal dan mencium tangan suaminya penuh rasa cinta. "Kok belum tidur sih?" Nofal mengusap puncak kepala Devi sambil menuntun ke sofa untuk melampiaskan rasa lelah. "Aku khawatir sama Kak Nofal." jawab Devi jujur sambil membantu membukakan sepatu pantofel yang Nofal kenakan. "Kenapa khawatir sayang? Aku enggak kenapa-napa kok." Nofal membantu Devi duduk di sebelahnya. "Enggak biasanya Kak Nofal pulang semalam ini kalau ke kantor. Makanya aku khawatir, ditambah ponsel Kakak enggak aktif." jelas Devi. "

