Refi berlari sekencang yang dia bisa agar segera sampai ke kamar Ulfa. Setelah mendengar panggilan telefon dari mama mertuanya bahwa Ulfa pingsan, membuat Refi tak bisa tinggal diam. Dengan sangat terpaksa, Refi harus meninggalkan kelas begitu saja. "Ulfa sayang, ya ampun." Refi duduk di sisi ranjang menggantikan posisi sang mama. "Tenang Ref, Ulfa enggak kenapa-napa kok." "Tapi Ma, Ulfa pingsan." "Aku enggak kenapa-napa, Kak. Enggak usah terlalu khawatir." Ulfa berusaha menenangkan Refi. "Enggak kenapa-napa bagaimana? Kamu pingsan." Refi mengusap puncak kepala Ulfa. "Mama keluar dulu ya." "Iya, Ma." sahut Ulfa dan Refi bersamaan. Seperginya Mama Ulfa, Refi memeluk tubuh Ulfa begitu erat. "Kak, lo kenapa sih?" heran Ulfa tak paham. Panggilan mereka kembali seperti awal lo-gue. "G

