52. Keegoisan

2161 Kata

Nofal menyetir mobilnya secara gusar. Pikirannya tak tenang memikirkan Rio, sahabatnya. Ditambah Devi yang menangis dan uring-uringan sendiri di kursi penumpang sebelahnya. Tak tahu lagi harus bagaimana caranya menenangkan sang istri. Nofal yakin kalau mereka sampai rumah, Devi akan membanting apa saja untuk melampiaskan kekesalannya. "Please, jangan nangis lagi Dev." Nofal menggenggam jemari kanan Devi. "Bagaimana enggak nangis? Lihat Kak Rio kayak begitu? Kak Nofal enggak tuli kan tadi pas Kak Refi bilang itu mantan semewewnya Kak Rio?" Devi menatap nyalang ke arah Nofal. Sekuat tenaga Nofal mengatur emosinya. Nofal emosi bukan kepada Devi, tapi kepada Rio. Sahabat sekaligus kakak iparnya. Bisa-bisanya Rio melakukan itu. "Kita balik lagi ke rumah Kak Rio sama Zita yuk Kak." rengek De

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN