PART-34

2194 Kata

"Gadis, help me, please!" "Matt, ada apa?" "I'm dying, Gadis. Help me! Help me please!" Aku terperanjat dari tidurku. Mataku yang semula menutup kini melebar sempurna. Jantungku berpacu dua kali lebih cepat di banding biasanya. Susah payah aku menyeka peluh di dahiku. Napasku tersengal. Aku meraba sekitarku berbaring. Kosong. Kupikir, aku sudah melupakannya. Ternyata belum. Aku tidak pernah melupakannya. Dengan segala yang aku miliki saat ini, kasih sayang Dewa yang begitu tulus. Cinta keluarga Herlambang. Materi yang tidak pernah kumiliki sebelumnya. Itu semua ternyata tidak pernah cukup untuk membuatku melupakan dia. Ya, entah sampai kapan aku bisa melupakannya. Aku masih menemuinya di alam mimpiku. Dia terlihat begitu menderita. Entah karepa apa. Meski sepuluh tahun berlalu, aku te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN