“Papa beneran kalau Jingga sembuh ajak main ke Blitar?” “Iya. Kenapa Papa harus bohong ke Jingga? Nanti di sana Jingga bisa memanen banyak buah. Bisa juga main sama sepupu – sepupu Jingga.” “Memangnya saudara Papa ada berapa?” “Dua.. Ada Tante Fara sama Tante Disa..” “Terus sepupu Jingga ada berapa Pa?” “Empat.. tiga dari Tante Fara dan satu dari Tante Disa.” Irna yang sedang mengupas mangga hanya menjadi pendengar perbincangan antara ayah dan anak itu, sesekali memang Irna menimpali. “Fara sudah menikah lagi?” “Sudah, sama Okan. Masih ingat Okan kan?” “Okan itu siapa Pa?” Tanya Jingga. “Om Okan itu suaminya Tante Fara.” Jingga hanya mengangguk dan memakan mangga yang disuapi Irna. “Sudah lama menikahnya?” “Empat tahun lalu.” “Kok bisa?” “Ceritanya panjang.” “Kalau Disa?” “Sa